UPDATE TERUS INFORMASI ANDA DENGAN MEMBACA BERITA AKURAT DAN TERPERCAYA DISINI

Selasa, 03 Maret 2026

Berapa Keuntungan Pengusaha Dapur MBG? Begini Kata BGN


 Maraknya kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik. Salah satu masalah yang disorot dalam maraknya kasus keracunan itu adalah karena para pengusaha mencari keuntungan dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menilai penyalahgunaan anggaran oleh para pengusaha satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG sangat kecil kemungkinannya terjadi dalam menjalankan program tersebut. Pasalnya, penyaluran anggaran itu diawasi oleh banyak pihak.

"Jadi uang, pertama biar ini konstruksinya, uang ini dari Kementerian Keuangan yang program MBG ini disalurkan melalui KPPN langsung masuk ke dapur SPPG," kata dia saat konferensi pers, yang dikutip Republika, Ahad (28/9/2025).

Anggaran itu masuk ke akun virtual atau virtual account rekening bersama antara mitra dan SPPG. Anggaran itu disebut hanya bisa diambil dengan persetujuan mitra dan SPPG. Artinya, salah satu pihak tidak bisa menggunakan uang itu tanpa ada persetujuan pihak lainnya. 

Nanik mencontohkan, mitra BGN tidak bisa sembarangan menggunakan uang untuk membeli bahan baku dari supplier yang tidak sesuai kebutuhan dapur. Sebaliknya, SPPG juga tidak bisa sembarangan menggunakan uang tanpa persetujuan mitra.

"Kan ada juga mungkin SPPI yang nakal bawa-bawa supplier gitu. Ya saya gak mau, ngapain tiba-tiba mesti ngambil stroberi jauh-jauh, misalnya. Jadi ini sebetulnya kontrol, kontrol dana pemerintah," kata dia.

Nanik mengatakan, anggaran untuk satu porsi MBG adalah Rp 15 ribu. Namun, tidak seluruh uang itu digunakan untuk kebutuhan makan.

Ia menjelaskan, dari total uang Rp 15 ribu, Rp 2.000 adalah untuk kebutuhan sewa usaha. Sewa usaha yang dimaksud mencakup sewa gedung, sewa tanah, sewa peralatan, sewa ompreng, dan berbagai kebutuhan lainnya, yang masuk ke kantong mitra BGN.

"Ini bukan keuntungan (mitra). Kan mitra ini investasi," ujar dia.

Ia menyebutkan, bentuk investasi yang dilakukan mitra adalah membangun dapur hingga menyediakan peralatannya. Menurut dia, investasi yang diperlukan untuk membangun satu dapur dengan peralatannya itu mencapai miliaran rupiah.

"Jadi anda hitung, (modal) dia akan kembali dalam berapa tahun? Kalau MBG-nya sedikit, bisa jadi dia lima tahun belum balik loh masuk uangnya," kata dia.

Selain untuk biaya sewa, masih ada potongan dari uang Rp 15 ribu untuk setiap porsi MBG. Potongan kedua adalah Rp 3.000 dari setiap porsi untuk kebutuhan operasional, mulai membayar karyawan, listrik, internet, gas, sewa mobil operasional, transportasi, dan lainnya.

Setelah dikurangi biaya sewa dan operasional, hanya tersisa Rp 10 ribu. Sisa itulah yang sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan membeli bahan baku bagi setiap porsi MBG.

"Kan ada orang, paling itu dibelanjakan itu hanya Rp 7.000, Rp 8.000, makanya menunya nggak bagus. Salah," tegas Nanik. 

Ini Klarifikasi Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar Terkait Pernyataan "Meninggalkan Zakat"

 


Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya mengenai zakat yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Belakangan ini, potongan video ceramah yang menampilkan pernyataan Nasaruddin Umar beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia terdengar mengatakan, "Kalau kita ingin maju sebagai umat, kita harus meninggalkan zakat! Zakat itu nggak populer, Qur'an juga tidak terlalu mempopulerkan zakat...." yang kemudian memicu beragam respons publik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama menegaskan kembali bahwa zakat merupakan fardhu 'ain sekaligus bagian dari rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim.

Dalam video yang diunggah di akun Facebook resmi Kementerian Agama RI pada Sabtu (28/2/2026), ia menjelaskan bahwa pernyataan yang disampaikan dalam Sarasehan 99 Ekonomi Syariah sebelumnya dimaksudkan sebagai ajakan untuk melakukan reorientasi dalam pengelolaan dana umat. Menteri Agama mendorong agar umat Islam tidak hanya berfokus pada zakat, tetapi juga mengoptimalkan instrumen filantropi Islam lainnya seperti wakaf, infak, dan sedekah guna memperkuat perekonomian umat.

Optimalisasi pengelolaan wakaf dinilai telah terbukti berkontribusi terhadap pembangunan di sejumlah negara, seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Masyarakat diharapkan tetap menunaikan zakat sekaligus mendukung pengembangan wakaf secara produktif demi kemaslahatan bersama.


Berikut ini bunyi pernyataan Menag Nasaruddin Umar selengkapnya dalam video klarifikasi tersebut:

"Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Nasaruddin Umar memohon maaf atas pernyataan saya yang terkait dengan zakat yang telah menimbulkan mungkin kesalahpahaman sebagian orang, terutama yang tidak hadir pada forum acara yang forum zakat itu ya. Saya perlu tegaskan sekali lagi ya bahwa zakat itu fardu 'ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan. Maksud pernyataan saya dalam Sarahsehan 99 Ekonomi Syariah itu adalah ajakan untuk melakukan reorientasi pengelolaan dana umat dari sekedar hanya zakat oriented, zakat semuanya serba zakat sebagai kewajiban dasar menuju optimalisasi beragam instrumen gitu kan, baik wakaf, infaq, sedekah jariyah, hibah, wasiat, luqathah, ghanimah, mudharabah, musyarakah, ada 27 itu. Kita perlu belajar dari kemajuan negara-negara seperti Qatar, Kuwait, Emirat Arab ya termasuk juga Mesir sudah dulu ya, itu mereka itu bangkit itu tidak mengandalkan only zakat ya kan? Justru wakaf yang paling produktif, paling luas. Di sana instrumen wakaf melalui Kementerian Wakaf menjadi motor penggerak pembangunan yang sangat masif. Inilah model yang ingin kita adopsi untuk mempercepat kemajuan umat Indonesia. Demikian penjelasan ini. Terima kasih. Wassalau 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."


***Sumber : Detik.com***

Minggu, 09 November 2025

Minta Maaf pada Raisa, Hamish Daud Ungkap Fakta Sebenarnya di Balik Perceraian yang Mendadak


 Aktor Hamish Daud mengungkap fakta di balik perceraiannya dengan penyanyi Raisa Andriana yang mendadak dan tanpa konflik.

Memang, Hamis Daud sempat curhat soal gosip perselingkuhan yang menerpa dirinya usai digugat cerai Raisa. 

Diakui Hamish Daud, ia merasa kaget dengan gosip miring tersebut.

Hamish Daud memang sempat jadi perbincangan publik. 

Hal itu karena Hamish dituduh selingkuh dengan seorang wanita bernama Sabrina Alatas.

Gosip itu muncul usai beredar foto dirinya dengan Sabrina dan teman-teman yang lain saat hadir di sebuah acara. 

Tak hanya itu, viral pula dekorasi proyek rumah di Pinterest berjudul "Future House" dengan Sabrina Alatas dan HDW sebagai pemiliknya.

Mengetahui hal itu, Hamish Daud langsung buka suara. Hamish Daud syok dituduh selingkuh lantaran dirinya baru saja keluar dari rumah sakit.

Ayah satu anak itu juga mengaku baru saja selesai menjalani operasi. 

Namun, Hamish tak membeberkan lebih detail terkait penyakit yang diidapnya.

“Dua hari ini saya baru keluar dari rumah sakit, baru operasi. Pas saya keluar, ini kenapa ramai-ramai kayak seperti ini,” ujar Hamish dilansir dari Youtube Reyben Entertainment.

Hamish menilai gosip itu muncul lantaran perceraiannya dengan Raisa terkesan mendadak dan tanpa konflik. 

Padahal menurutnya, hubungannya Raisa memang baik-baik saja. 

Ia bahkan menganggap ibu dari anaknya itu adalah sahabatnya.

“Mungkin orang juga lagi nyari-nyari kok bisa pisah dengan secara baik. Mungkin dikira ada lebih dari itu. Tapi jujur, saya sama Yaya itu best friend. Enggak ada yang aneh-aneh,” tegasnya.

Meski begitu, Hamish mengaku akan menghadapi masalah itu dengan cara yang positif. 

Ia juga minta maaf pada teman-temannya, para fans termasuk Raisa yang terkena dampak buruk dari pemberitaan miring tersebut.

“Harus positif. Harus sholat yang rajin, harus jaga kesehatan,” kata Hamish.

“Saya minta maaf banget ke semua teman-teman yang kena dampak negatif ini — kerjaan saya, fans saya, dan Yaya juga,” ujarnya.

“Saya doain ini bisa lewat biar balik lancar lagi,” tutur Hamish Daud syok dituduh selingkuh.


Bantah Punya Hubungan dengan Sabrina

Hamish Daud membantah memiliki hubungan spesial dengan Sabrina Alatas. Ia menyebut hubungannya dengan chef muda itu hanya sekadar berteman.

Tak hanya itu, ia juga membantah soal tuduhan netizen soal future house itu adalah proyek rumah masa depan dirinya dengan Sabrina.

“Itu project (yang saya desain)... Itu rumah dia sama bapaknya. Saya diundang untuk kasih masukan aja,” ujar Hamish di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025) dilansir dari Kompas.com.


“Sebenarnya ini mulai dari yang namanya Pinterest. Saya kan di bidang arsitek sudah 15 tahun sebelum saya di entertainment. Jadi saya di situ diajak untuk kasih bantuan, kasih masukan kreatif di Pinterest,” katanya.

Hamish mengaku heran mengapa netizen memviralkan hal tersebut dan menuduh dirinya berselingkuh. Padahal, hal itu adalah bagian dari profesinya sebagai arsitek.

“Tapi enggak tahu kenapa itu di-screenshot dan dibikin ramai seolah-olah ada lebih dari itu. Saya minta maaf banget sama teman-temanku dan keluarganya mereka. Saya enggak bermaksud bikin salah. Saya cuma kasih masukan kreatif saja buat mereka,” lanjutnya.

Hamish pun berulang kali meminta maaf pada orang-orang yang ikut dirugikan dari gosip miring tersebut.

“Saya minta maaf banget untuk semua sekitar saya yang kena dampak negatif ini. Keluarga mereka, fans saya juga, keluarga Yaya, keluarga saya. Saya minta maaf dengan berita negatif yang enggak benar ini,” ujar Hamish. 


Janji Tanggung Jawab

Hamish Daud tidak akan lari dari tanggung jawab. Hal tersebut ia nyatakan terkait dengan statusnya sebagai ayah dari Zalina Raine Wyllie.

Penyanyi Raisa dan Hamish Daud telah sepakat untuk pisah baik-baik. Kesepakatan pisah pun telah disetujui bersama oleh kedua belah pihak.

Raisa mengajukan cerai terhadap Hamish Daud. Raisa telah melayangkan gugatan cerai terhadap Hamish Daud melalui sistem e-court di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 22 Oktober 2025 lalu.

Sementara itu, meski rumah tangganya retak, Hamish Daud tidak akan lari dari tanggung jawab sebagai seorang ayah. Ia memastikan akan tetap memenuhi kebutuhan putrinya meski rumah tangganya tak lagi utuh.

Dikutip dari Kompas.com, aktor sekaligus pembawa acara Hamish Daud mengaku risih dengan berbagai pemberitaan negatif yang muncul terkait proses perceraiannya dengan penyanyi Raisa Andriana. Meski demikian, Hamish memilih untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut.

Ia menegaskan ingin fokus menjalani perannya sebagai ayah yang baik bagi anak semata wayangnya.

"Pasti enggak gampang (dengan adanya isu negatif tentang saya). You know, tapi ya sekarang saya cuma pengin jadi bapak yang baik, co-parenting yang baik, dan bisa kerja yang lancar ke depannya," ujar Hamish di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).

Hamish memastikan hubungannya dengan Raisa masih terjalin baik meski keduanya sedang menjalani proses perceraian.

"Intinya, intinya hubungan saya sama Yaya itu baik banget. Kita mau jaga itu dan akan menjadi teman selama-lamanya karena kita punya namanya anak," ucap Hamish.

Saat ditanya apakah masih tinggal satu rumah dengan Raisa, Hamish enggan memberi jawaban pasti. "Em, kita sekarang lagi proses untuk, ya, untuk... untuk move on," kata Hamish.

Terkait pembagian harta gana-gini, Hamish menegaskan dirinya tetap bertanggung jawab terhadap Raisa dan anak mereka.

"Harta kita share-share aja. You know, yang penting anak kita dijaga, kita jaga. Dan hubungan kita kita jaga, karena untuk selamanya kan dia bukan teman, bukan cuman istri, kita co-parenting. Kita kerja bersama untuk besarin anak kita bersama," tutur Hamish.

Melansir tribunstyle.com, Hamish Daud akhirnya buka suara terkait gugatan cerai yang dilayangkan oleh sang istri tercinta. 

Pria berusia 45 tahun itu memastikan akan tetap hadir dan memenuhi kebutuhan sang buah hati, Zalina Raine Wyllie, meski rumah tangganya dengan Raisa sudah tak lagi utuh. 

Hamish Daud tidak akan lari dari tanggung jawab sebagai seorang ayah.

“Pokoknya, ujung-ujungnya saya nggak lari dari tanggung jawab. Saya akan tetap support dia selama-lamanya,” ujar Hamish Daud saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).

Lebih lanjut, aktor sekaligus arsitek tersebut menegaskan bahwa dirinya ingin tetap menjaga hubungan baik dengan Raisa. 

Meski status mereka kelak bukan lagi suami-istri, Hamish Daud berharap keduanya bisa tetap menjadi teman, bahkan keluarga, demi kebahagiaan Zalina. Bahkan ia siap memenuhi kebutuhan finansial anaknya.

“Mau itu finansial, mau itu support sebagai teman, sebagai keluarga, saya nggak lari ke mana-mana. Dan saya pengen jaga itu,” tuturnya dengan nada mantap.

Soal hak asuh anak, baik Hamish Daud maupun Raisa sepakat untuk membesarkan Zalina bersama-sama. Keduanya berkomitmen untuk tetap memberikan lingkungan yang sehat dan penuh kasih bagi sang putri kecil.

“Kami nggak ada yang ‘nggak boleh ketemu anak’, tuh nggak. Kami saling support dan yang terbaik aja buat anak kami,” jelas Hamish Daud.

“Kalau kami lagi saling sibuk, kami saling bantu. Yaya lagi di luar negeri, sekarang lagi kerja, jadi urusan saya untuk ngurus anak kami,” tambahnya.


***Sumber : Grid.id***

Rocky Gerung Sindir Purbaya, Sebut Sang Menteri Hanya Bisa Cari Sensasi

 


Rocky Gerung sindir Menkeu Purbaya. Ia menyebut sang menteri senang cari sensasi hingga memiliki ambisi tersendiri.

Popularitas menteri saat ini sepertinya dipegang oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi. Sebab, sosoknya tengah banyak dibicarakan sehubungan dengan gaya kepemimpinannya yang 'bak koboi'.

Meski belum lama duduki jabatan menteri, nyatanya Purbaya sudah mencuri hati masyarakat dengan ketegasannya. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan apa adanya diyakini bisa membawa Indonesia menjadi berbeda dalam beberapa tahun ke depan.

Hal ini pun turut mengundang perhatian seorang pengamat politik, Rocky Gerung. Ia mengatakan jika dirinya mencium aroma ambisi di dalam setiap kebijakan Purbaya.

"Mungkin beliau sedang kejar-kejaran dengan 2029 supaya elektabilitasnya naik."

"Orang seperti Purbaya pasti sudah berpikir menjadi calon presiden atau wakil presiden, itu ambisinya terlihat," ujar Rocky, dikutip dari Tribunnews.

Pendapat ini ia sampaikan karena dirinya merasa cukup mengenal sosok Purbaya. Sehingga menurutnya ia mengetahui cara berpikir sang menteri.

"Saya tahu cara berpikirnya, saya tahu jejak kariernya itu. Jadi bisa saya rumuskan ada momentum tiba-tiba Purbaya dari sekadar researcher atau stafnya Pak LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) misalnya tiba-tiba melesat karena dielu-elukan atau mengelu-elukan pejabat."

"Karena negeri ini tidak lagi melihat pemimpin, artinya yang tadinya seorang itu dealer tiba-tiba jadi leader karena di push oleh media massa," ungkap Rocky.

Fenomena ini disebut Rocky Gerung sebagai bagian dari kondisi "fomo" atau sesuatu hal yang sedang ngetren. Popularitas Purbaya pun dinilai bisa cepat naik dan turun kapan saja jika tidak dipertahankan.

"Sok jago-jagoan padahal tidak punya kemampuan. Tapi karena tidak ada pemimpin, seorang yang tampil sensasional langsung jadi idola. Ini juga gejala FOMO publik Indonesia," ujar Gerung.

"Di dalam teori komunikasi, Pak Purbaya ini berupaya langsung tiba di puncak. Tanpa aklimatisasi, begitu sudah di puncak, dia akan turun," tambahnya.

Berkaitan dengan kepopuleran Menkeu Purbaya, Rocky Gerung berikan tanggapannya. Ia menyebut sang menteri senang cari sensasi hingga memiliki ambisi tersendiri.

Namun meskipun begitu, Purbaya tidak akan bisa baik ke pencalonan Pilpres 2029 jika tidak memiliki pendukung dan dukungan partai. Ia setidaknya harus mempunyai dukungan partai.

"Purbaya tidak memiliki partai sendiri, kecuali berusaha masuk ke Partai Gajah untuk mendapatkan backup politik," ujar Rocky Gerung. (*)

***Sumber : Grid.id ***

Site Search